Pernikahan dan Kendalanya

21 Apr

Pernikahan dan Kendalanya

Pernikahan menjadi dambaan setiap insan. Setiap orang seakan berlomba untuk meraih sukses pernikahan. Berbagai jalan ditempuh demi bisa mereguk nikmatnya sebuah rumah tangga melalui pernikahan. Namun tetap saja sekian aral melintang di jalan menuju pernikahan.

Pernikahan. Kesulitan menikah ? mungkin pertanyaan ini tidak aneh jika ditujukan kepada kaum hawa. Mengingat bayangan pernikahan dengan laju pertumbuhan kaum wanita memang begitu deras dibanding kaum pria. Tentu menjadi sangat kompetitif dalam pernikahan ketika semua wanita berfikir ingin menjadi yang pertama atau bahkan satu-satunya istri dalam  pernikahan.

Pernikahan. Lantas apa susahnya seorang pria mendapatkan seorang pendamping hidupnya dari wanita yang jumlahnya semakin berjibun. Bukankah tinggal pilih ? laksanakan pernikahan ?

Pernikahan,  secara matematis memang mestinya seorang pria akan begitu mudah mewujudkan impiannya memetik bunga kehidupannya melalui pernikahan. Faktanya kondisi kaum pria pun tidak jauh berbeda dengan wanita dalam mengadapi kendala pernikahan. Tidak sedikit pria yang hingga berumur berkepala tiga atau lebih masih sendirian menapaki jalan kehidupan di dunia ini.

Pernikahan, belum ada jodoh. Makan sendiri, tidur sendiri, mandipun sendiri, sedih dirasa sendiri, begitu pun kalau sedang gembira dinikmati sendirian. segvalanya sendirian, tidak ada tempat dan teman untuk berbagi.

Pernikahan,  sebenarnya proses pernikahan bisa dikatakan tidaklah sulit. Asalkan ada calon pengantin perempuan, penganten pria dan persetujuan keluarga masing-masing, pernikahan pun akan berlangsung mudah dengan dukungan marteri yang cukup.  Namun menuju pernikahan, faktanya terkadang mengalami hambatan pernikahan. Hambatan yang biasa muncul dalam menggapai idaman pernikahan sehingga pernikahan tertunda karena berbagai alasan sebagaimana dibawah ini.

Pernikahan Tertunda Karena Belum Siap Mental

Pernikahan tertunda, tidak sedikit pria yang sudah punya keinginan kuat untuk segera menikah dan bahkan sudah sekian lama punya kekasih, namun belum juga melaksanakan pernikahan karena mengalami ketidak siapan mental. Yang muncul adalah ketakutan pernikahan saat membayangkan keburukan sebuah kehidupan rumah tangga setelah pernikahan dan bahkan untuk sekedar meminta anak gadis orang pun begitu kawatir di tolak untuk pernikahan. Padahal kemungkinan sang orang tua wanita akan merestui pernikahan dan justru menunggu lamaran untuk segera dilaksanakan pernikahan.

Pernikahan, bagi yang mengalami ketidak siapan mental ini, perlu adanya penyadaran bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah.  Dalam konteks hukum Islam bahkan pernikahan bernilai separuh agama. Pernikahan merupakan proses yang mampu menggoncang ‘Arsy Allah. Melalui Pernikahan, interaksi dalam ruma tangga menjadi lahan subur untuk beribadah kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Pernikahan, kalau pun ada masalah dalam sebuah keluarga, maka isi kehidupan selalu berhias problem. Hidup sendiri dikuntit problem. Pernikahan dengan hidup berumah tangga pun tidak lepas dari masalah. Dengan pernikahan, betapa teman hidup akan lebih bisa melapangkan dada dalam mengadapi masalah. Dengan ikatan pernikahan, bukankan suami istri mesti bisa menjadi teman untuk berbagi ? itulah pernikahan.

Oleh karena itu, tidak perlu ada ketakutan dalam mengadapi sebuah pernikahan. Pun tidak perlu khawatir untuk memulai sebuah proses pernikahan. Perlu dicoba untuk konsultasi dengan Ustadz atau Psikolog (ahli ilmu jiwa) untuk memperkuat mental, kalau dirasa perlu bisa juga menghubungi psikiater.

Pernikahan  Tertunda  Karena Belum Bekerja

Pernikahan mengadapi kendala karena belum bekerja.   “Kerja di mana Dik ?” adalah pertanyaan umum  dari  calon mertua, semasa pacaran sebelum memasuki pernikahan.  Adanya pekerjaan yang mapan memang bisa menumbuhkan kepercayaan lebih menuju pernikahan, namun  kerja serabutan atau bahkan  “tidak bekerja”  pun tidak harus mematahkan  langkah untuk menikah (pernikahan). Dengan menikah, Insya Allah  akan  lebih mudah terbuka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Yakinkan kepada calon  mertua bahwa kita adalah orang  yang bertangggung jawab setelah pernikahan. Kalau toh belum bekerja kita siap berusaha untuk menangung kebutuhan hidup anak orang sebagai pertanggung jawaban pernikahan.

Pernikahan juga perlu tumbuhkan PD sekuat mungkin. Syukur-syukur dengan pernikahan   justru  akan mendapat pekerjaan dari mertua.  Dengan pernikahan  tidak  perlu adanya rasa malu untuk menerima, bukankah rezeki  bisa  berasal dari mana saja ?  Yang  penting halal.  Itulah jalan pernikahan.

Pernikahan  Tertunda  Karena Belum Ada Yang Cocok

Pernikahan  tertunda  dengan alasan  belum cocok ?  Kondisi seseorang memang tidak sama. Ada yang terlahir dengan kulit  hitam legam, coklat, ada pula yang puti mengkilat. Pun dengan wajah ada yang ganteng, biasa saja, atau tidak bisa untuk disebut cukup alias jelek. Kita  harus yakin bahwa pernikahan bukanlah kebutuhan fisik semata, bahkan  hubungan batin dengan adanya kecocokan karakter  lebih menguatkan interaksi suami istri karena pernikahan.

Pernikahan  dengan hambatan,  kalau lamaran kita ditolak seseorang wanita dengan alasan belum cocok, untuk memperhalus  kata wajahnya   tidak cocok, tidak perlu  putus asa. Dalam pernikahan tidak sedikit wanita yang tidak  peduli dengan wajah calon suami, mau ganteng mau jelek yang penting  baik hati dan penuh perhatian.  Pintar-pintar saja mencari peluang wanita mana yang paling potensial menerima kita apa adanya, untuk bersama melangsungkan pernikahan.

Pernikahan  dengan apapun hambatan yang dihadapi , kita perlu selalu siap untuk menghadapinya. Siapkan hati, panjatkan doa dan jangan lupa selalu tawakal. Cukuplah Allah sebagai sandaran  kita dalam bertawakal.  Hati milik Allah sepenuhnya.  DIA  lah  yang membolak balikkan  hati setiap anak manusia. Tinggal kita membarengi langkah-langkah teknis kita dengan berserah diri kepada-NYA, memohon kebaikan kepada Allah.  Percayalah ada waktunya  mendapatkan  jodoh yang cocok  untuk pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: