Contoh Buku Paduan Acara Pernikahan (1)

24 Apr

 

BUKU PANDUAN

ACARA PERNIKAHAN

Ananda

————————–

Putri Bapak/Ibu………

dengan

—————————-

Putra Bapak/Ibu……….

Resepsi

……………………………………..

 

Di …………………………

…………………………………

 

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah Solalohu’alaihi Wassalam juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. Insya Allah akan sampai juga kepada Bapak/Ibu/Saudara/i yang hadir di tempat yang berbahagia ini.

Insya Allah, pada hari …………. tanggal …………..2012 yang akan datang, kami bermaksud akan menyelenggarakan hajat menikahkan putri kami ”———-” dengan calon suami ”————–”.

Dengan segala kerendahan hati, kami meyakini bahwa tanpa dukungan pemikiran, tenaga dan pengorbanan lainnya dari Bapak/Ibu/Saudara/i kami sadari apabila niat kami tersebut tidak akan terlaksana sesuai harapan.

Berpijak dari keyakinan tersebut, dengan penuh harapan, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mendukung niatan kami serta teriring do’a semoga pengorbanan Bapak/Ibu/Saudara/i tercatat oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai amal jariah.

Perhatian Bapak/Ibu/Saudara/i betul-betul mensirnakan penat dan beban mental kami dalam mempersiapkan hajat tersebut. Atas segalanya, yang bisa terucap hanyalah kata ”Jazakallahu Khoirron” semoga Allah membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik.

………………, ……………… 2012

……………………………………

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya diciptakanNya untukmu
Pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati
Dan dijadikanNya kasih sayang diantara kamu
Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda –tanda kebesaranNya bagi
Orang-orang yang berfikir”

(Q.S. Ar Ruumj ayat 21)

“Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkati
Mereka berdua, dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka
Menjadikannya pembuka pintu rahmat sumber-sumber ilmu dan hikmah serta
Rasa aman bagi ummat”

(Do’a Rasulullah SAW pada pernikahan Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abu Thalib)

SUSUNAN PANITIA

ACARA PERNIKAHAN ANANDA

—————-dengan ————————-

TANGGAL  :  ………………  2012

 
NO
 
JABATAN
 
N A M A
 
KET
 
1
Pemangku Hajat
 
 
2
Besan
 
 
3
Ketua
 
 
4
Wakil Ketua
 
 
5
Sekretaris
 
 
6
Saksi CPW
 
 
Saksi CPP
 
 
7
Juru Bicara CPP
 
 
Juru Bicara CPW
 
 
8
Pembawa Acara / MC
 
 
9
Penyambut Wakil Keluarga
 
 
10
Pembaca Al-Qur’an
 
 
Saritilawah
 
 
11
Pembaca Do’a
 
 
12
Sie Undangan
 
 
13
Sie Stopper Tamu
 
 
14
Sie Konsumsi
 
 
15
Sie Keamanan
 
 
16
Sie Dokumentasi
 
 
27
Sie Transportasi
 
 
18
Sie Sound System
 
 
19
Sie Kebersihan
 
 
20
Sie Penjaga pundi-pundi
 
 
21
Sie Penjemput Penghulu
 
 
22
Sie Among Tamu
 
 
23
Sie Rias
 
 
24
Sie Dekorasi
 
 
25
Penjaga Buku Tamu
 
 
26
Koordinator Penerima Tamu dan  Among Tamu
 
 
27
Penerima Tamu VIP
 
 
28
Among Tamu

Lanjutannya

Romantisme Bagian Dari Keintiman

24 Apr

Pernikahan

Waktu untuk berbincang dengan kualitas yang nyaman dengan pasangan sangat perlu untuk diperhatikan.

Jakarta, PelitaOnline – ROMANTISME merupakan salah satu bagian dari keintiman. Keintiman adalah satu dari tiga bagian segitiga pilar cinta, dua lainnya; gairah/semangat dan komitmen.

Waktu untuk berbincang dengan kualitas yang nyaman dengan pasangan sangat perlu untuk diperhatikan. Menurut Psikolog Keluarga dan Perkawinan Ratih, waktu yang paling tepat untuk melakukannya adalah malam hari.

“Kalau di pagi hari, kita biasanya terburu-buru, belum lagi mengatur kebutuhan anak sebelum berangkat, ditambah sebagian pikiran tersita ke pekerjaan. Kalau pembicaraannya tanggung, bisa meninggalkan perasaan tak mengenakkan. Siang waktunya untuk bekerja. Jadi, waktu paling tepat adalah malam hari,” kata Ratih saat di acara talk show yang digelar SariWangi di Menara Gracia, Kuningan, Jakarta, Rabu (1/2).

Malam hari memang biasanya kondisi tubuh sama-sama lelah setelah beraktivitas, namun Ratih berpendapat, “Komunikasi di malam hari bisa dilihat sebagai investasi dengan pasangan. Saat menutup hari dengan keintiman lewat komunikasi itu, hubungan nyaman, tidur pun nyenyak.”

“Bahkan, tidak tertutup kemungkinan berlanjut ke keintiman yang lain,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai makin banyak pasangan yang mencoba menjembatani komunikasi lewat gadget Ratih mengatakan, “Gadget itu kan benda. Alat yang diciptakan manusia, jadi plus dan minusnya terserah penggunanya. Benda itu netral.”

“Namun, dalam hal komunikasi, gadget tidak akan pernah bisa menggantikan realita. Untuk komunikasi yang efektif butuh tatap muka, ada verbal dan non-verbal,” tutupnya.

PelitaOnline, 24-04-2012